Cara semut rangrang di alam membangun sarang dan adopsinya di penangkaran rumahan

Semut rangrang membangun sarang dengan melipat dan merajut daun-daun menggunakan benang sutera yang dihasilkan oleh larvanya

Semut rangrang membangun sarang dengan melipat dan merajut daun-daun menggunakan benang sutera yang dihasilkan oleh larvanya

Semut membangun sarang dengan cara bergotong royong. Meskipun semut binatang kecil, mereka dapat membuat sarang sebesar istana manusia dalam waktu dua hari, karena semua bekerja dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Sungguh menakjubkan!

Prajurit semut menarik daun-daun secara bersama-sama, sementara semut lainnya merajut daun-daun tersebut dari dalam. Mereka merajut tanpa menggunakan jarum dan benang tetapi menggunakan larva dan giginya sebagai pemintal benang. Larva semut menghasilkan benangbenang sutera halus untuk merajut daun. Maka dari itu, semut prajurit selalu membawa larva dan menggosok-gosokannya ketika merajut daun. Larva tersebut dianggap sebagai ‘mesin jahit’.

Bayangkan, daun-daun menggunakan benang sutera yang dihasilkan oleh larvanya. Berapa banyak waktu yang mereka butuhkan untuk mondar-mandir sampai menghasilkan jaring-jaring sutera yang kuat.

Sarang semut rangrang pada pohon mangga (kiri) dan pohon salam (kanan)

Membangun sarang memerlukan sangat banyak tenaga kerja, tetapi mereka telah mempunyai keahlian dalam menemukan daun-daun yang paling cocok untuk membangun sarang. Apabila daun-daunnya sangat kecil seperti Murraya (sejenis kemuning) maka diperlukan lebih banyak benang sutera.

Semut-semut pekerja yang lincah tidak hanya membangun sarang, tetapi mereka juga memperbaiki apabila sarang itu rusak. Untuk membuktikannya, coba angkat sedikit saja daun pada sarangnya, maka anda akan melihat bahwa mereka dapat dengan cepat memperbaikinya.

Jumlah semut dalam satu sarang bervariasi, rata-rata antara 4000 sampai 6000 individu, dan dalam satu koloni terdapat sekitar 500,000 semut dewasa. Koloni semut merupakan keluarga besar dengan beberapa sarang dan indvidu yang saling mengenal dan bekerja sama secara erat pada suatu daerah tertentu.

Banyaknya sarang yang ditemukan dalam satu koloni dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ketersediaan makanan dan tingkat gangguan yang terjadi. Satu koloni dapat mencapai 100 sarang. Sarang-sarang tersebut dapat tersebar pada lebih dari 15 pohon, atau pada luasan lebih 1000 m2.

Adopsi di dalam penangkaran rumahan

Perilaku semut rangrang dalam pembuatan sarang mereka di alam harus dipahami karena hal ini akan menjadi pemahaman dasar bagi calon penangkar semut rangrang untuk membuat pembibitan semut rangrang.

Melalui pemahaman tersebut, penangkar semut rangrang rumahan akan bisa memperkirakan bahan apa saja yang kira-kira bisa digunakan untuk membuat sarang alternatif pengganti daun bagi tumbuh kembang kawanan semut.

Namun berdasar pengalaman Tim Semut Om Kicau, pembibitan bukan  masalah susah. Dengan panduan dari tim yang sudah berpengalaman, peserta pelatihan penangkaran akan dengan mudah membuat bibit sendiri untuk dikembangkan sebagai kawanan indukan atau langsung akan diambil ketika masih dalam bentuk kroto untuk penggunaan praktis sehari-hari.

Namun jika peserta dalam pelatihan memerlukan bibit semut yang sudah bisa beradaptasi dengan rumah rekayasa, tim juga bisa menyediakannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>